Talk show dengan tema “overthinking”
Rabu, 28 Agustus 2024 OSIS PKBM Abu Dzar mengadakan talk show dengan tema overthinking yang diselenggarakan oleh divisi humas dan didukung oleh guru-guru di sekolah.
Diawali dengan bincang-bincang santai yang kemudian diwarnai oleh pengalaman-pengalaman para peserta didik yang dengan senang hati berbagi cerita dan menjelaskan cara apa yang mereka lakukan untuk mengatasi overthinking yang dihadapi.
Acara ini disambut antusias oleh para peserta didik PKBM Abu Dzar, dengan hadirnya para peserta didik dari setiap jenjang kelas dan juga guru-guru akhwat.
Berikut adalah kesimpulan dari materi “Overthinking”
Mengapa Remaja Rentan Overthinking?
Masa remaja adalah periode yang penuh dengan perubahan, baik fisik maupun emosional. Perubahan ini seringkali memicu berbagai pertanyaan dan ketidakpastian. Inilah yang membuat remaja rentan mengalami overthinking.
Beberapa faktor yang membuat remaja mudah overthinking:
- Tekanan sosial: Ingin diterima teman sebaya, ekspektasi tinggi dari orang tua, dan tuntutan akademik yang tinggi dapat membuat remaja merasa terbebani dan terus-menerus memikirkan segala hal.
- Perubahan hormon: Perubahan hormon selama masa pubertas dapat memengaruhi suasana hati dan membuat remaja lebih sensitif dan mudah cemas.
- Identitas diri: Remaja sedang mencari tahu siapa dirinya dan apa yang ingin dicapai dalam hidup. Proses ini bisa memicu banyak pertanyaan dan keraguan.
- Penggunaan media sosial: Paparan terus-menerus terhadap kehidupan orang lain di media sosial dapat membuat remaja merasa tidak cukup baik dan membandingkan diri dengan orang lain.
Dampak overthinking pada remaja:
- Kecemasan dan stres: Overthinking dapat menyebabkan kecemasan dan stres yang berkepanjangan.
- Gangguan tidur: Sulit tidur karena terus-menerus memikirkan sesuatu.
- Sulit berkonsentrasi: Kesulitan fokus pada tugas atau aktivitas sehari-hari.
- Penurunan mood: Perasaan sedih, lelah, dan kehilangan minat pada hal-hal yang biasa disukai.
Cara mengatasi overthinking:
- Bertaqwa kepada Allah: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya“. [Ath-Thalaq/65 : 3]
- Berbicara dengan orang yang dipercaya: Curhat kepada orang tua, teman, atau guru bisa membantu meringankan beban pikiran.
- Melakukan aktivitas yang menyenangkan: Hobi atau kegiatan yang disukai dapat membantu mengalihkan pikiran dari hal-hal yang negatif.
- Berolahraga secara teratur: Olahraga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.
- Cukup tidur: Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.
- Berlatih mindfulness: Teknik mindfulness seperti meditasi dapat membantu meningkatkan kesadaran diri dan mengurangi pikiran negatif.
Penting untuk diingat!
Overthinking adalah hal yang wajar dialami oleh remaja. Namun, jika kondisi ini sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuatmu merasa tidak nyaman, sebaiknya kamu banyak beristigfar, berdoa kepada Allah, dan mencari bantuan profesional.
Semoga Allah mudahkan urusan kita semua 🤲
